Om Swastyastu
Berdasarkan kepercayaan Hindu, Mohini merupakan manifestasi dari Dewa wisnu yang mengambil wujud sebagai gadis
cantik dan menawan. Mohini di dalam bahasa Sanskerta memiliki makna bunga
melati.
Selain di dalam cerita Pemutara
Gunung Mandara Giri, Mohini juga terdapat dalam Kisah lain. Di dalam kitab
Wisnupurana, secara garis besar diceritakan terdapat seorang petapa yang bernama Bhasmasura. Basmasura yang diberikan kesaktian oleh Dewa Siwa karena puas
dengan tapanya. Bhasmasura yang menginginkan sentuhan maut dimana jika
Bhasmasura meletakan tangan di atas kepala yang dsentuhnya maka akan menjadi
abu.
Permintaan Bhasmasura pun
dikabulkan, karena sudah memiliki kekuatan yang hebat bhasmasura yang
sebenarnya adalah seorang Asura berniat untuk membunuh Dewa Siwa. Dewa Siwa
lari mengindari tangan dari Bhasmasura, kelanjutan ceritanya bisa dibaca disini.
baca juga: Bhasmasura di Kalahkan Dewi Mohimini
baca juga: Bhasmasura di Kalahkan Dewi Mohimini
![]() |
dewa wisnu dalam wujud mohini |
Dewa Wisnu Dalam Wujud Mohini
Di cerita sebelumnya, semua Ratna
atau harta keluar dari samudra di bagikan kepada para Dewa dan Asura, tetapi
para asura merebut Tirta Amerta yang dibawa oleh Dewa Dhanwantari. Kejadian ini
membuat para Dewa resah dan meminta pertolongan kepada Dewa Wisnu.
Untuk menolong para Dewa, Dewa
Wisnu merubah wujudnya menjadi gadis cantik dan menawan bernama Mohini. Dewa
Wisnu yang dalam wujud Mohini datang ke pada para Asura yang sedang berpesta. Mohini
kemudian bergabung bersama para Asura untuk berpesta pora. Mengaku sebagai
Apsara, Mohini menuangkan minuman secara bergantian kepada para Asura sehingga
membuat mabuk dan tidak sadar. Dengan kesempatan ini kemudian Tirta Amerta
diambil dibawa ke Nirwana untuk dibagikan ke para Dewa.
Para Asura yang tersadar dengan
siasat ini kemudian Sang Wipracitti dan Singhikan memerintahkan putranya yaitu Kalarau
untuk merubah wujudnya menjadi Dewa dan pergi ke Nirwana untuk berbaur dengan
para Dewa untuk mendapat bagian Tirta Amerta itu kembali.
Sampai di Nirwana Kalarau yang
dalam wujud Dewa ikut dalam barisan untuk mengantri mendapatkan Tirta amerta.
Kalarau yang tidak sabar menunggu giliran lalu melakukan hal yang licik dan di
ketahui oleh para Dewa.
Selanjutnya, Kalarau yang penyamaranya diketahui oleh para Dewa dihukum oleh Dewa Wisnu sehingga terjadilah permusuhan antara Dewa Matahari dan Bulan yang berakibat pada terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan. kisah selanjutnya dapat dibaca dalam Kisah Kalarau Di Nirwana
Selanjutnya, Kalarau yang penyamaranya diketahui oleh para Dewa dihukum oleh Dewa Wisnu sehingga terjadilah permusuhan antara Dewa Matahari dan Bulan yang berakibat pada terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan. kisah selanjutnya dapat dibaca dalam Kisah Kalarau Di Nirwana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar